Ketergantungan pada pupuk kimia buatan dalam jangka panjang dapat menurunkan tingkat kesuburan tanah serta merusak ekosistem lingkungan sekitar. Sebagai langkah perbaikan kualitas lahan pertanian, kelompok tani menyelenggarakan giat Edukasi Tani yang berfokus pada pelatihan pembuatan pembenah tanah alami bagi para petani lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para penggarap sawah dengan keterampilan mengolah limbah kotoran ternak dan sisa tanaman menjadi nutrisi tanah penyubur yang kaya akan unsur mikroba hayati.
Selama agenda Edukasi Tani berlangsung, para peserta diajarkan teknik fermentasi menggunakan starter mikroorganisme lokal untuk mempercepat proses pembusukan bahan alami secara efisien. Penggunaan pembenah tanah alami buatan sendiri ini terbukti mampu menghemat biaya operasional pembelian pupuk buatan hingga separuh harga dari biasanya. Selain menghemat modal tanam, penggunaan olahan bahan alami secara rutin secara perlahan dapat mengembalikan kegemburan tanah pertanian yang sempat rusak akibat pemakaian bahan kimia berlebih.
Materi dalam program Edukasi Tani ini juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem lahan agar tanaman tahan terhadap serangan hama alami tanpa bergantung pada pestisida beracun. Hasil panen yang dihasilkan dari lahan pertanian berbasis bahan alami terbukti memiliki kualitas gizi yang lebih baik, tahan lama disimpam, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar komoditas sehat. Petani diajak untuk beralih secara bertahap menuju pola pertanian ramah lingkungan.
Para petani yang hadir memberikan respon yang sangat positif karena materi pelatihan yang disampaikan sangat praktis dan bahannya mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Banyak penggarap lahan yang langsung mempraktikkan pembuatan pembenah tanah alami ini di pekarangan rumah maupun gubuk kelompok tani mereka. Kemandirian petani dalam menyediakan nutrisi tanaman sendiri menjadi kunci utama dalam meningkatkan keuntungan bersih hasil usaha tani mereka setiap musim panen.
Pihak pengelola pendampingan tani berkomitmen untuk terus mengawal penerapan pertanian alami ini di seluruh desa wilayah kecamatan secara intensif. Diharapkan dengan makin luasnya lahan sawah alami, kualitas lingkungan tanah dan air di daerah wisata dapat terus terjaga kelestariannya. Gerakan pertanian ramah lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan di masa depan.
