Kelompok Tani Parikesit Merangkul Siswa SD dalam Budidaya

Author:

Di tengah kemajuan zaman dan dominasi teknologi, edukasi tentang alam dan sumber pangan menjadi semakin penting untuk ditanamkan sejak usia dini. Kelompok Tani Parikesit, sebuah paguyuban petani yang aktif dan peduli, mengambil inisiatif positif dengan merangkul siswa sekolah dasar (SD) untuk terlibat langsung dalam kegiatan budidaya pertanian. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pertanian, pemahaman tentang proses alam, serta kesadaran akan pentingnya pangan lokal.

Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Mei 2025, mulai pukul 09:00 hingga 12:00 WIB, di area lahan percontohan milik Kelompok Tani Parikesit yang berlokasi di Desa Tunas Harapan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebanyak 50 pelajar dari SD Karya Bakti, didampingi oleh dua guru pembimbing dan para anggota kelompok tani, tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan. Mereka diajarkan mulai dari cara menyiapkan media tanam, menyemai benih, menanam bibit sayuran seperti cabai dan terong, hingga teknik penyiraman dan pemeliharaan dasar.

Inisiatif Kelompok Tani Parikesit ini lebih dari sekadar mengajarkan keterampilan bertani. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi setiap hari adalah hasil dari kerja keras, kesabaran, dan hubungan harmonis dengan alam. Nilai-nilai seperti tanggung jawab terhadap makhluk hidup, ketekunan, dan rasa syukur juga secara implisit ditanamkan melalui pengalaman langsung ini. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya ketahanan pangan dan gaya hidup sehat.

Ketua Kelompok Tani Parikesit, Bapak Hadi Santoso (58 tahun), menjelaskan bahwa program edukasi ini akan menjadi agenda rutin dua kali dalam sebulan, terutama di musim tanam. “Kami ingin anak-anak punya bekal pengetahuan dasar tentang pertanian. Ini adalah investasi jangka panjang untuk regenerasi petani dan ketahanan pangan kita,” ujarnya dalam sebuah wawancara singkat di sela-sela kegiatan. “Melihat antusiasme mereka, kami sangat optimis.”

Dinas Pertanian Kabupaten Garut, melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Ibu Ratna Permata, S.P., M.A., yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaboratif ini. “Inisiatif Kelompok Tani Parikesit ini adalah contoh nyata bagaimana komunitas lokal dapat berperan aktif dalam pendidikan non-formal yang sangat bermanfaat,” pujinya. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi model bagi kelompok tani lain di seluruh Indonesia untuk turut serta dalam mendidik generasi penerus tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

slot