Di dalam Rumah Sakit besar, Bangsal Anak-Anak sering dianggap sebagai tempat paling ceria. Dinding-dindingnya dihiasi gambar-gambar kartun, dan mainan berserakan di mana-mana. Namun, ketika malam tiba, tempat ini berubah. Suara-suara tawa dan langkah kaki kecil terdengar di koridor yang kosong, membuat para perawat percaya bahwa tempat itu dihuni oleh para arwah kecil.
Menurut cerita yang beredar, para arwah ini adalah anak-anak yang meninggal di bangsal itu bertahun-tahun lalu. Mereka tidak pergi, melainkan memilih untuk tetap tinggal. Mereka bermain di antara ranjang pasien, menggunakan mainan-mainan yang ditinggalkan. Terkadang, mereka bahkan terlihat oleh mata telanjang sebagai bayangan yang berlalu cepat.
Seorang perawat baru yang tidak percaya pada kisah horor ini pernah mengalami sendiri. Ia melihat boneka beruang di atas meja bergerak dan jatuh ke lantai dengan sendirinya. Tak lama kemudian, ia mendengar suara bola bergelinding di koridor yang sepi. Kejadian-kejadian itu membuatnya sadar bahwa bangsal ini tidak hanya dihuni oleh anak-anak yang masih hidup.
Meskipun aktivitas mereka terkadang mengganggu, para arwah ini tidak pernah menyakiti siapa pun. Mereka hanya ingin bermain. Mereka seringkali terlihat mengintip dari balik pintu atau bersembunyi di bawah tempat tidur. Kehadiran mereka terasa dingin, namun tidak ada niat jahat. Mereka seolah hanya ingin melanjutkan masa bermain mereka yang terenggut.
Keberadaan mereka menjadi bagian dari rutinitas malam di Rumah Sakit itu. Perawat-perawat yang sudah lama bekerja di sana sudah terbiasa. Mereka terkadang bahkan menyisakan beberapa mainan atau permen di meja, sebagai isyarat bahwa mereka menerima kehadiran para arwah kecil tersebut.
Meskipun terdengar menyeramkan, kisah horor ini juga memiliki sisi yang menyedihkan. Ini adalah cerita tentang anak-anak yang tidak sempat tumbuh dewasa. Mereka terjebak di bangsal ini, tempat di mana mereka menghabiskan sisa hidup mereka. Kehadiran mereka adalah pengingat akan kerapuhan hidup.
Pada akhirnya, Bangsal Anak-Anak ini bukan lagi sekadar tempat perawatan, melainkan juga tempat peristirahatan. Ia adalah rumah bagi para arwah kecil yang tidak bisa pergi. Sebuah ruang di mana tangis dan tawa berbaur menjadi satu, menciptakan melodi yang hanya bisa didengar oleh mereka yang percaya.
Kisah ini mengingatkan kita, bahwa di setiap sudut Rumah Sakit, ada cerita yang lebih dalam dari yang terlihat. Beberapa di antaranya, akan terus hidup dan menghantui untuk selamanya.
